Hari ini seorang laki-laki yang sangat spesial dihati saya dan orang pertama
yang mencintai saya, sekaligus cinta pertama saya, sedang berulang tahun. Dia
adalah Papah saya.
Tahun ini beliau genap berusia
53 tahun (ternyata sudah setengah abad) sangat bersyukur kepada Tuhan karna
masih diberikan kesehatan dan umur yang panjang baginya dan sampai hari ini
masih bisa bekerja dengan baik sebagai arsitek andalan.
Happy Besssdayy my best Papah. I love you to
the moon and back.
Kalau saya sendiri ditanya, siapa yang paling kamu cintai Mamah atau Papah
kamu?, yang pasti jawaban saya Papah hehe.
Kenapa? Saya sendiri juga bingung kenapa, bukan mau membeda-bedakan kasih lhoo
yah. Mungkin karna saya wanita jadi lebih sayang Papah kali yah (kan biasanya begitu katanya) Kalo anak
cewek lebih sayang ke Papahnya dan anak cowok biasanya lebih sayang ke Mamahnya
(hanya menurut sebagian orang)
Sekalipun demikian, bukan berarti saya gak sayang sama Mamah saya, saya
tetep sayang kok (secara dia yang
ngelahirin saya, sehingga saya ada
didunia ini) cuman mungkin porsinya sedikit berbeda (hanya sedikit) haha. Mungkin karna Mamah terlalu
cerewet kali yah, jadi bawaannya kesal mulu sama dia, kalo Papah kan lebih
belain anaknya dan lebih nurutin permintaan anaknya, intinya ga banyak
perhitungan.
*Sesulit apapun kondisi, ayah adalah sosok yang akan selalu berusaha mengatakan “ada” saat anaknya membutuhkan sesuatu.
(Betapa mulianya ayah kita)
Yaaah...
Emang sih Mamah lebih banyak cerewetnya tapi itu demi kebaikan
anak-anaknya juga kok. Jadi bersyukurlah kalo masih dicerewetin, itu artinya dia masih
peduli dengan kita.
Kembali ke Ayah...
Bagi saya sendiri Ayah itu adalah sosok yang luar biasa, yang selalu
mencintai kita apa adanya, yang nerima segala kekurangan kita, yang bekerja
keras buat keberhasilan kita anak-anaknya. Yang ga pernah nyerah berjuang demi
masa depan anak-anaknya.
Dia
adalah super hero.
Mengingat arti ayah tersebut diatas, saya menyadari bahwa betapa luar
biasanya Papah saya, selama 23 tahun (usia saya sekarang ini) dia sudah merawat saya dengan baik, memberi
yang terbaik bagi masa depan saya, 23 tahun merupakan waktu yang
lumayan cukup panjang, ga kebayang betapa sabarnya Ayah saya, dulu saya adalah
anak yang cukup nakal, kalo minta apa-apa harus diturutin dan harus diberikan
saat itu juga, kalo tidak bisa "bete" seharian dan ga mau makan (kalo beginikan orang tua juga yang repot)
*Ayah, terima kasih telah menjadi laki-laki yang paling kuat dan yang paling aktif berperan dalam hidupku
Tetapi dengan perjalanan yang sangat panjang, sifat- sifat buruk saya
yang sering mengecewakan kedua orangtua, lama-kelamaan sirna (Jujur, banyak nyesalnya
juga sih disaat udah ngecewain mereka, dan buat mereka sedih) bersyukur masih
disadarkan akan hal itu, maka dari itu sekarang saya sudah jauh lebih baik,
lebih sabar, lebih pengertian dan lebih sayang sama mereka dan lebih banyak
buat mereka bahagia (hehehe).
Untuk berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik, itu semua berkat
didikan Papah saya yang tiada habis-habisnya. Banyak pelajaran penting yang
saya dapatkan dari Papah, dia mengajarkan saya untuk selalu optimis, tidak
gampang menyerah dan harus mandiri (sehingga tidak merepotkan orang) dan yang
paling penting dia selalu mengingatkan saya untuk selalu mengandalkan Tuhan,
rendah hati, dan nurut kalo dinasehati. Dia
adalah inspirasi dan motivator saya. Banyak sukses yang saya raih berkat
dukungan dan nasehat Papah.
Dan bangganya....
Kemarin Papah mengatakan “Dia bangga sama diri saya yang sekarang, banyak
hal-hal inspiratif yang dia dapatkan dari saya, sekaligus dia juga mengucapkan
terimakasih karna saya sudah terlibat dalam desaign gedung yang akan dia bangun
(katanya sumbangan ide saya cukup keren) *happy..” hehehe. Dan ide itu adalah
kado terindah dariku di hari ulang tahunnya speechless !!!
Terkadang kita sebagai anak seringkali berpikir, kalo kita baru
dikatakan sudah membahagiakan orang tua ketika : memberi mereka uang yang
banyak, diajak jalan-jalan ke luar negeri, dan apapun yang berkaitan dengan
materi.
Dan ternyata kita salah..
Kebahagiaan itu ukurannya ga muluk-muluk soal materi, tetapi juga soal hal-hal
sederhana yang kita lakukan kepada mereka sebagai bentuk perhatiaan kita. Itu
juga sudah cukup membuat mereka bahagia. Jadi tidak usah menunggu sampai kita sukses
atau sampai jadi orang kaya dulu baru berpikir untuk membahagiakan mereka.
Tidak salah memang dan itu wajar,justru ketika kita sudah sukses kita harus jauh lebih
memperhatikan mereka. Jadi, apapun kondisi yang kamu alami sekarang, teruslah
membuat orangtuamu bangga, terkadang hanya menanyakan kabar mereka itu juga
sudah cukup membuat mereka bahagia, karna biasanya orangtua juga ga pernah
menuntut banyak dari anak-anaknya yang ada mereka ingin selalu memberi kepada
anaknya bukan meminta.
Jadi...
Untuk ulang tahunnya yang sekarang saya berdoa kepada Tuhan supaya Papah
saya selalu diberkati (diberkati dalam segala hal), diberikan kesehatan dan umur
panjang, dan selalu menjadi Papah yang terbaik buat anak-anaknya. Saya juga
berdoa supaya saya menjadi anak yang selalu membanggakan kedua orang tua saya. Karna
kebahagiaan mereka adalah segalanya bagiku.
My Father is a man like no other. He gave me life, nurtured me, taught me, dressed me, fought for me, held me, shouted at me, kissed me, but most importantly he loved me unconditionally. There are not enough words I can say to describe just how important my father was to me, and what a powerful influence he continues to be.